IKAUNPASBANDUNG. Powered by Blogger.

DATA BASE ALUMNI UNPAS



Assalamuaikum wr wb
saya deden firman fauzi,S.H
Pengurus Ikatan keluarga alumni universitas Pasundan
kami dari bidang Humas, Publikasi dan Dokumentasi memiliki program pendataan alumni Unpas dari Angkatan Pertama Hingga Sekarang 2017 dan seterusnya.
untuk info lebih jelas silahkan hubungi no hp/wa : 082118778437
silahkan mengisi data base alumni di bawah ini


DATA BASE ALUMNI UNPAS


dedenfirmansoemantri@gmail.com Silahkan untuk Memberi komentar
Published: By: Unknown - Saturday, April 29, 2017

Pelantikan IKA UNPAS masa bakti 2016-2021


Foto bersama Pengurus IKA UNPAS dengan Rektor Universitas Pasundan
Bandung, (Tabloid Ika Unpas) .- Pada Hari Kamis 28 September 2016 bertempat di Aula Otto Iskandar Dinata kampus IV unpas setiabudi, telah dilaksanakan Pelantikan ikatan keluarga alumni universitas Pasundan 2016-2021, dalam acara pelantikan tersebut dihadiri oleh dekan di lingkungan unpas, wakil rektor serta para UKM dan BEM di lingkungan universitas Pasundan.
Pelantikan Pengurus Ika Unpas masa bakti 2016-2021, subur mengatakan alhamdulialh saat ini formatur di ika unpas mewakili seluruh fakultas, dan kepada para pengurus ika unpas, untuk disediakan waktu bekerja di ika unpas dengan sepenuh hati dan aktif, alhamduliah pengurus ika sekarang siap, dalam mengembangkan ika uunpas dan mengembangkan almamater itu sendiri.
Dalam periode kedua ini ika unpas memiliki motto bergerak, semangat dan sukses jadi artinya mencapai hasil jadi tidak hanya katara ayana tapi karasa manfaatna jadi ika unpas dapat bermanfaat bagi alumni, almamater dan paguyuban pasundan,serta karena ika unpas tidak terlepas dari YPT, dan paguyuban pasundan sebagai induk dari segala lembaga.

dedenfirmansoemantri@gmail.com Silahkan untuk Memberi komentar
Published: By: Unknown - Monday, November 21, 2016

KONGRES IKA UNPAS

Foto bersama panitia kongres ika unpas dengan 
Rektor Unpas dan Ketua ika terpilih
PELABUHANRATU, (Tabloid Ika Unpas) .- Pada Hari minggu 28 Agustus 2016 bertempat di Ballroom Inna Samudra Beach Hotel, Kabupaten Sukabumi telah dilaksanakan pemilihan ketua ika unpas periode 2016-2021 yang dimana Subur Dwiono terpilih kembali menjadi ketua ika unpas secara aklamasi. Subur merupakan mantan dewan Mahasiswa Unpas tahun 1977.
Dalam periode 2011-2016, subur sukses menghidupkan organisasi dengan menjalin konsolidasi dengan semua alumni, kendati belum semua program terealisasi dengan optimal, tetapi alhamdulilah selama lima tahun lalu mampu menyinergiskan antara kebutuhan akademis dan peran alumni, “alhamdulilah, sekarang semua dekan di setiap fakultas merupakan alumni unpas,”  kata kang subur 
Ia menuturkan, pengukuhan peran IKA Unpas sebagai mitra kampus akan menjadi program utama yang akan dia bangun. Subur juga ingin memaksimalkan peran alumni yang kini sudah sukses menjadi pejabat, pengusaha, dan akademisi. Hal tersebut menjadi sangat penting untuk mempromosikan Unpas kepada masyarakat.
“Sejak terbentuk pada tahun 1987, keberadaan IKA Unpas ini belum memberi pengaruh maksimal kepada kampus. Para pengurus seperti bingung, IKA ini mau ngapain aja sih? Padahal, peran IKA cukup strategis bagi kelangsungan eksistensi Unpas. Peran mutlak alumni adalah tidak boleh lupa pada jasa kampus. Alumni harus bisa menjadi contoh sukses bagi generasi Unpas selanjutnya,” ujarnya.***

dedenfirmansoemantri@gmail.com Silahkan untuk Memberi komentar
Published: By: Unknown - Monday, November 21, 2016

Alumnus Pertama Prodi Doktor Ilmu Hukum Unpas


Dr. Saim Aksinuddin, S.H., M.H.
Lahir di indramayu dengan nama lengkap Saim Aksinuddin. Ia biasa dipanggil Saim. Lelaki yang dilahirkan di Indramayu ini memiliki istri bernama Tien Wiartini dan dikaruniai anak putra bernama Rizki Baharudin Saim dan putrinya bernama Fauzah Irawati Saim.
Menjadi lulusan pertama Prodi S3 Ilmu Hukum Universitas Pasundan, merupakan kebanggaan baginya. Ditambah ia lulus dengan nilai cumlaude, yaitu 3.91. Tidak hanya bagi dirinya, tetapi ke-cumlaude-an itu bermamfaat pula bagi akreditasi Pascasarjana Unpas. Dalam mengambil gelar doktor, ia mengambil disertasi yang berjudul “Kepastian Hukum Kepemilikan Hak Milik atas Tanah Bersertifikat Dihadapkan dengan Hukum Adat dalam Sistem Pertanahan di Indonesia”. Ia berkata disertasinya ini sangat bermanfaat bagi negara dalam bidang hukum pertanahan.
Menurutnya, ia mungkin satu-satunya alumnus Unpas yang konsisten studi di Unpas. Ia menyelesaikan studi S1, S2, sampai S3 di Fakultas Hukum Unpas. Baginya, ini adalah upaya untuk terus bisa mengabdi di Unpas.
Ketua IKA FH Unpas dan Biro Hukum Paguyuban Pasundan
Selain mendapat gelar doktor di Unpas, Saim menjabat sebagai Ketua IKA Fakultas Hukum (FH) Unpas. Ia berharap kepada lulusan FH Unpas agar bersatu dan mempererat silaturahmi dengan kembali ke FH. Hal tersebut pun rencananya akan difasilitasi dengan mengadakan reuni akbar FH Unpas yang akan mengundang semua lulusan dari mulai angkatan pertama FH Unpas.
Ia juga mengimbau kepada para alumni FH Unpas untuk bahu membahu membesarkan Unpas. Salah satu caranya adalah dengan menghimpun dana yang nantinya bisa dijadikan beasiswa alumni Unpas untuk mahasiswa Unpas. Beasiswa ini nantinya bisa sangat bermanfaat karena bisa merangsang generasi Unpas sekarang untuk berprestasi.  
Selanjutnya sebagai Ketua Biro Hukum Paguyuban Pasundan (BHPP) 2015—2020, ia mengimbau kepada masyarakat Paguyuban Pasundan (PB) bila saja memiliki permasalahan hukum, BHPP siap membantu. Ia berpendapat dari pada menggunakan jasa biro hukum lain, lebih baik menggunakan jasa hukum dari biro Paguyuban Pasundan. Selain untuk masyarakat PB, ia juga secara terbuka siap membantu masyarakat Sunda lainnya dalam persoalan hukum. Tidak usah khawatir masalah geografis atau jarak dari masyarakat Sunda ke BHPB karena  sekarang sudah dibuka cabang di sejumlah daerah, seperti Sumedang, Subang, dan Cianjur

dedenfirmansoemantri@gmail.com Silahkan untuk Memberi komentar
Published: By: Unknown - Monday, November 21, 2016

Sumyana, Berprinsip dalam Kuliah dan Kerja


Di tengah susahnya mendapatkan pekerjaan, memiliki pekerjaan yang mapan dengan gaji tetap adalah harapan semua orang saat ini. Namun, hal tersebut bukanlah prinsip bagi Sumyana. Lulusan Fakultas Ekonomi Unpas ini tidak takut berpindah pekerjaan, meskipun pekerjaan tersebut menawarkan posisi mapan dan gaji tetap. Hal tersebut jelas terlihat dari karier pekerjannya.
Sumyana dilahirkan di Bandung, 11 September 1964. Ia adalah anak kesepuluh dari 10 bersaudara. Ia berasal dari keluarga yang dekat dengan buku bacaan. Hal itu mengingat ayahnya adalah pengarang buku-buku SD. Selama kuliah di Unpas, ia mengambil kelas sore karena kesibukannya bekerja di BKKBN. Namun, meskipun mengambil kelas sore, ia termasuk mahasiswa yang lulus cepat. Baginya, faktor ekonomilah yang membuatnya lulus cepat. “Ya kalau kuliah lama, biaya kuliah kan jadi  besar,” ujarnya.
Lelaki yang sekarang diamanahi sebagai Direksi Perum Jasa Tirta II ini, begitu mengenang studinya di Unpas. Salah satu yang paling terkenang adalah “bahasa Sunda”. Baginya Unpas begitu unik perihal komunikasi karena meskipun mahasiswa Unpas berasal dari berbagai suku, tetapi komunikasi tetap memakai bahasa Sunda. Menurutnya mengapa bahasa Sunda begitu nyaman digunakan karena berbagai ekspresi lebih mengena diungkapkan dengan bahasa Sunda dibanding dengan bahasa Indonesia. Ia pun berharap kenangannya ini bisa terus bertahan dan dirasakan generasi selanjutnya di Unpas, dengan Unpas terus mendukung keberadaan bahasa dan budaya Sunda.
Bicara tentang kariernya, Sumyana memiliki banyak pengalaman kerja. Menariknya meskipun pada saat itu sudah berpekerjaan mapan dan bergaji tetap, ia tidak pernah takut untuk pindah pekerjaan, dengan profesi yang berbeda dan bahkan dengan gaji yang berbeda pula. Ia kerap merasa tidak puas dan ingin mencari pengalam baru. Oleh karena itu, tidak heran bila dalam beberapa tahun pengalam kerjanya banyak.
Dalam riwayat kariernya, setelah lulus, ia bekerja di PT Toby Meza tahun 1988. Bekerja di sana hanya bertahan 3 tahun karena di tahun keempat ia memilih untuk menerima pinangan Bank BRI. Kemudian, merasa ingin mendapatkan tantangan baru, di tahun 1990, ia pindah kembali dan bekerja di Ditjen Moneter Departeman Keuangan. Di tempat barunya ini, ia berstatus PNS. Setalah di Ditjen Moneter inilah kariernya beranjak ke mana-mana, dari satu posisi ke posisi lain, dari satu bidang ke bidang lain. Di tabel berikut disajikan keragaman kariernya.
No.
Pekerjaan
Masa kerja
1.
Staf Tenaga Kerja Survey pada BKKBN Prov. Jabar
1984-1987
2.
Market Research,Tobby Meza, Co Jakarta – Holding Pharmaceutical.
1988-1990
3.
Staf pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero)
1990-1991
4.
Pegawai pada Direktorat persero, Ditjen Moneter Dep. Keuangan
1991-1995
5.
Kepala Seksi pada Ditjen Pembinaan BUMN, Dep. Keuangan
1995-1998
6.
Kepala Subbagian Administrasi, pada Kementrian Negara BUMN
1998-2000
7.
Kepala Seksi, Direktorat Jendral Pembinaan BUMN, Dep Keuangan
2001-2002
8.
Kasubbid Asdep urusan perkebunan, Deputi Bidang Usaha Agro Industri Kehutanan, kertas, Percetakan, dan Penerbitan Kementrian Negara BUMN
2002-2006
9
Kepala Bidang Usaha Jasa Perencanaan Konstruksi dan Rekayasa II pada Deputi Bidang Usaha Jasa Lainnya, Kementrian Negara BUMN
2006-2010
10
Kepala Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Iia, Pada Deputi Bidang Usaha Insfrastruktur  dan Logistik, Kementrian BUMN
2010-2012
11
Asisten Deputi Bidang Usaha Indrustri Primer III, Pada Deputi Bidang Usaha Indrustri Primer, Kementrian BUMN.
2012-2014
12
Asisten Deputi Usaha Perkebunan dan Kehutanan, pada Kedeputian Bidang Usaha Industri Agro dan Industri Strategis, Kementrian BUMN
2014-2015
13
Direksi pada Perum Jasa Tirta II,
2015-sekarang

Selalu siapnya ia dalam pekerjaan yang berbeda, didasari keyakinannya bahwa orang sukses adalah orang yang pandai memanfaatkan ilmunya. Pemanfaatan ilmu itu ditunjukkan dengan mampunya ia bekerja dalam berbagai pekerjaan yang berbeda. Indikatornya adalah “adaptasi”. Seseorang baginya harus mampu beradaptasi dengan pekerjaan yang berbeda, tidak hanya mampu dalam satu bidang pekerjaan. Inilah kunci sukses Sumyana dalam berkarier selama ini.
Ia juga berprinsip belajar tanpa terbatas pada satu bidang ilmu. Ini dibutuhkan karena dunia kerja siapa yang tahu dan besar kemungkinan kita bekerja tidak dibidang yang kita pelajari ketika kuliah. Contohnya, sewaktu kuliah ia belajar manajemen, tetapi ketika di dunia kerja, ia pernah dituntut bekerja di bidang marketing. Ia pun tidak lantas menolaknya. Justru ia belajar dan menerima tantangan itu. Sampai akhrnya, ia bisa menjalankan pekerjaan tersebut.
Lalu mengapa hal-hal tersebut bisa ia dilakukan?
Hal tersebut menurutnya bisa ia pondasikan pada dirinya karena ia kuliah dengan visi dan misi yang jelas. Bukan sekadar paksaan orang tua. Ia memilih kuliah karena ia punya alasan dan tujuan kuliah. Hal itu pula yang kiranya harus dimiliki mahasiswa sekarang menurutnya. Dengan visi misi jelas, kita akan tahu apa yang kita akan lakukan ketika lulus nanti.
Untuk Alumni
Disinggung mengenai alumni, Sumyana berpendapat saat ini kelemahan alumni adalah kurangnya pengalaman. Alumni hanya mengetahui hal-hal teoretis, tetapi tidak mengetahui hal-hal yang sifatnya praktis. Apalagi di era MEA ini persaingan semakin ketat dan hanya mereka yang memiliki pengalaman praktis lebih banyak yang akan menang.
Pengalaman tersebut sebetulnya bisa didapatkan sebelum lulus, yaitu dari program magang. Oleh sebab itu, ia sangat mendorong dan mendukung program magang sebelum lulus karena itu bisa menjadi sarana mencari pengalaman. Menanggapi realitas teresbut, ia pun sedang mempersiapkan program kerja sama antara dirinya dan Unpas. Ia berharap program ini bisa terlaksana sehingga mejadi sarana bagi alumni Unpas untuk mendapatkan pengalaman.

Kemudian, bicara tentang alumni dan IKA Unpas, ia berpesan agar alumni jangan sampai lupa dengan almamaternya. Salah satu wujud ikatan antara alumni dan almamater adalah IKA. Dengan demikian, ketika nanti sudah sukses jangan sampai lupa untuk berkontribusi untuk Unpas baik IKA fakultas maupun IKA universitas. Menurutnya hal terpenting tentang IKA adalah kontribusi kita untuk IKA, bukan apa kontribusi IKA untuk kita. 
dedenfirmansoemantri@gmail.com Silahkan untuk Memberi komentar
Published: By: Unknown - Monday, November 21, 2016

Ahmad Sodikin, Berkarier dari Bawah


Ahmad Sodikin dilahirkan di Karawang, 12 Februari 1960. Sekarang ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majalengka. Jabatan tersebut diamanahkan kepadanya semenjak Desember 2015. Sebelum menjadi salah satu orang penting di Majalengka, ternyata lelaki yang kerap dipanggil Diki ini, memiliki riwayat karier yang panjang. Kariernya tersebut ia rintis dari Staf Kantor Camat Jatiwangi. Artinya, ia berjuang dari level paling bawah.
Ahmad Sodikin menyelesaikan sekolah dasar dan menengah di Karawang, tepatnya di SDN 2 Karawang dan SMPN 2 Karawang. Setelah itu, karena ikut kakanya di Bandung, ia melanjutkan sekolah menengah atas di Bandung, di SMAN 24 Bandung dan menempuh studi S1 di Jurusan Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Pasundan.
Beruntung beberapa tahun setelah lulus, pemerintah membuka lowongan PNS. Ahmad Sodikin pun mendaftar, lalu setelah melalui tahapan seleksi, ia dinyatakan lulus. Tugas pertamanya pun ia emban di Majalengka sebagai Staf di Kantor Kecamatan Jatiwangi. Itu adalah salah satu jabatan yang relatif rendah bagi PNS.
Meskipun begitu, niatannya untuk mengabdi tak lekang. Di jabatannya tersebut, ia berusaha memberikan kontribusi terbaik. Jerih payahnya pun membuahkan hasil karena hanya selang tiga tahun, ia diangkat menjadi Kamawil Hansip Kecamatan Jatiwangi. Dari titik itulah kariernya terus menanjak. Pasti selang beberapa tahun lelaki bergelar magister dialihtugaskan ke tanggung jawab yang lebih tinggi atau setidaknya di bidang pemerintahan yang lain. Tercatat dari tahun 1986 sampai sekarang, ia sudah menempati 17 jabatan dari mulai staf, camat, kepala bagian, staf ahli, sampai sekretaris daerah. Untuk lebih jelasnya, di tabel berikut disajikan riwayat karier Ahmad sodikin.

 No.
Jabatan
TMT Jabatan
1
Staf kantor camat Jatiwangi
01-03-1986
2
KAMAWIL HANSIP kecamatan Jatiwangi
06-10-1986
3
MPP kecamatan JatiTujuh
19-18-1991
4
Kasi Trantib kecamatan JatiTujuh
30-01-1995
5
Sekretaris kecamatan Kertajati
13-06-1995
6
Camat Pembantu Cingambul
13-04-1998
7
Pejabat Camat Jatitujuh
06-03-1999
8
Camat Jatitujuh
26-02-2001
9
Camat Rajagaluh
24-12-2001
10
Camat Dawuan
25-04-2005
11
Kabag Kesejahteraan Setda Kab. Majalengka
02-01-2006
12
Kabag Kepegawaian Setda Kab.Majalengka
01-09-2006
13
Staf Ahli Bupati Majalengka
13-03-2008
14
Kepala Pelaksana BPBD
04-01-2010
15
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan KB
31-10-2011
16
Kepala Badan Kepegawaian Daerah
31-10-2011
17
Sekretaris Daerah
28-12-2015

Aktif Berorganisasi
Ternyata kepiawaiannya dalam berbirokrasi, didapat Ahmad Sodikin dari dunia kampus. Ia menjelaskan bahwa ketika kuliah di Unpas, ia aktif berorganisasi. Salah satu pengalaman berorganisasi yang paling ia kenang adalah ketika menyelenggarakan turnamen bola basket. Kegiatan tersebut bisa dibilang sukses mengingat bisa diadakan selama dua tahun berturut-turut. Menurutnya, masalah yang kerap dihadapi dalam berorganisasi di kampus adalah dana. Berdasarkan pengalamannya, terkadang dana sulit untuk dicairkan meskipun sudah lama diajukan. Dalam kondisi tersebut, ia pernah menggadaikan barang-barang pribadinya. Pada waktu itu, tentu saja hal tersebut sangat berat untuk dilakukan. Tetapi, ternyata sekarang hal itu menjadi kenangan yang tak terlupakan karena lewat pengorbanannya kegiatan yang ia rencanakan bisa sukses terlaksana.
Ditanya tentang alumni Unpas, Ahmad Sodikin berpesan agar para alumi dapat menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan kualitas diri di masyarakat. Menurutnya, ketika para terjun ke masyarakat, akan ada harapan yang tinggi dari masyarakat mengingat pengalaman mengeyam pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian, alumni harus mampu menunjukkan kontribusi yang real di masyarakat berdasarkan pengetahuan dan jiwa kepemimpinan yang didapat selama kuliah. Ia pun memberikan contoh diangkatannya banyak sekali yang mampu berperan di masyarakat dengan menjadi pemangku kepentingan di berbagai daerah.
Selanjutnya, ia berpesan agar IKA Unpas bisa menjadi media silaturahami dan sarana bertukar informasi antaralumni. Ia menyatakan sudah banyak alumni yang sukses dan IKA harus menjadi media penghimpunnya. Bila saja hal tersebut bisa dilakukan IKA, bisa didapat manfaat yang besar dari para alumni yang sukses baik bagi alumni Unpas yang lain maupun masyarakat luas.

***
dedenfirmansoemantri@gmail.com Silahkan untuk Memberi komentar
Published: By: Unknown - Monday, November 21, 2016

Beasiswa Alumni untuk Mahasiswa Unpas

Bandung, IKA Unpas-- Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Pasundan (IKA Unpas) memberikan beasiswa kepada sejumlah mahasiswa. Beasiswa ini diberikan bertepatan dengan Dies Natalies Unpas yang di gelar di Aula Mandala Saba R. Otto Iskandar Dinata, Kampus IV, Jl. Dr. Setiabudhi 193, Bandung, pada November 2015. Insiatif baru ini diharapkan mampu memberikan sumbangsi bagi peningkatan pendidikan sekaligus memberikan motivasi agar mahasiswa dapat terus berkarya.
Ketua Umum IKA Unpas, Subur Dwiono menjelaskan Beasiswa Alumni ini diberikan sebagai bentuk kepedulian alumni untuk membantu para mahasiswa yang memiliki kesulitan dalam membayar dana pendidikan. Selain kriteria itu, beasiswa ini pun diberikan kepada mahasiswa yang memiliki Indeks Prestasi Akademik (IPK) tinggi dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa Unpas.
Dalam pemberian beasiswa tersebut, alumni memberikan beasiswa ke 18 mahasiswa yang berasal berbagai program studi. 15 mahasiswa mendapatkan beasiswa karena IPK mereka dan 3 mahasiswa mendapat beasiswa karea ketidakmampuan secara ekonomi.
Salah satu penerima beasiswa menjelaskan bahwa ia senang dengan adanya beasiswa alumni ini. Menurutnya, beasiswa ini sangat membantu sekali dan baiknya diberikan lagi.
Subur menjelaskan tidak tertutup kemungkinan beasiswa alumni ini akan direalisasikan kembali di masa depan. Hal itu pun diupayakan dengan sekarang IKA Unpas sedang mengolah program beasiswa yang dananya berasal dari alumni, baik yang mengabdi di Unpas atau di luar Unpas. Nantinya permintaan dana beasiswa tersebut dilakukan atas nama pribadi dengan didasari status mereka sebagai alumni.
Menanggapi beasiswa yang sudah diberikan, ia mengucapkan terima kasih kepada para alumni yang telah menyumbang sehingga bisa terlaksananya program beasiswa ini di Desember 2015. Ia berdoa agar kebaikan para alumni dibalas Allah Swt., Tuhan yang Maha Esa.

dedenfirmansoemantri@gmail.com Silahkan untuk Memberi komentar
Published: By: Unknown - Sunday, November 20, 2016

Unpas Terus Promosikan Diri

Tahun ajar baru tinggal beberapa bulan lagi. Menanggapi hal tersebut, Unpas, melalui Deden Ramdan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, mengutarakan berbagai upaya yang sudah dilakukan. Salah satu yang dilakukan adalah mempromosikan kembali Unpas ke masyarakat.
“Promosi Unpas dilakukan dengan cara langsung dan tidak langsung”, ujar Deden yang ditemui di kantornya.
Ia menjelaskan bahwa cara langsung ditempuh dengan melakukan kunjungan langsung ke masyarakat. Cara ini sudah dilakukan Unpas lewat sejumlah kegiatan seperti penanaman mangrove dan sosialisasi bahaya Narkoba kepada siswa di Pangandaran. Sementara itu, cara tidak langsung ditempuh dengan memasang iklan di area-area publik, media massa, dan media sosial. Promosi-promisi tersebut tidak hanya dilakukan oleh Unpas, tetapi juga oleh para alumni.
Selanjutnya menurut Deden, standar promosi yang dipegang Unpas adalah “memperkenalkan, menginformasikan, dan menyampaikan”. Jadi, baik cara langsung atau tidak langsung harus memiliki tiga kata kerja tersebut. Sementara itu, ketika ditanya tentang luaran yang diharapkan dari promosi-promosi tersebut, ia menyatakan bahwa harus ada tiga hal yang dihasilkan yang nantinya juga bisa jadi bahan evaluasi.
“Pertama, bagaimana pesan disampaikan, kedua, bagaimana masyarakat terpersuasi, dan ketiga bagaimana masyarakat tertarik berkuliah di Unpas,” paparnya menjelaskan tentang luaran kegiatan promosi Unpas.
Dalam promosi tersebut, menurutnya ada sejumlah hal yang patut disampaikan. Hal-hal tersebut seperti kegiatan belajar-mengajar di Unpas, realisasi Tridarma Perguruan Tinggi di Unpas, kegiatan nonakademik di Unpas, dan prestasi Unpas. Untuk contoh kegiatan nonakademik, bisa dipaparkan bahwa Unpas memiliki 10 lembaga kemahasiwaan, 8 UKM, 30 Himpunan, 6 fakultas, dan I BEM universitas.
Dengan promosi yang gencar, tepat, dan baik, Deden berharap peminat Unpas bisa meningkat di tahun ajar 2016—2017. Menurutnya, pada dasarnya peminat Unpas selalu meningkat tiap tahun. Sebagai contohnya, di tahun ajar kemarin ada 5.000 orang pendafar. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya.

dedenfirmansoemantri@gmail.com Silahkan untuk Memberi komentar
Published: By: Unknown - Sunday, November 20, 2016